Senin, 16 Januari 2012

http://www.google.co.id/search?client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&channel=s&hl=id&source=hp&biw=1165&bih=638&q=contoh+pengajuan+proposal+bkk+sekolah&oq=contoh+pengajuan+proposal+bkk+sekolah&aq=f&aqi=&aql=&gs_sm=e&gs_upl=5475l63674l0l64497l47l47l2l12l3l9l2060l26351l0.1.9.1.1.4.10.0.5.2l33l0

BURSA KERJA KHUSUS (BKK)

A. Latar Belakang

Secara formal, sekolah merupakan wahana yang diupayakan secara sadar untuk melaksanakan proses pendidikan formal. Proses yang diselenggarakan dalam wahana ini terutama ditujukan agar kawasan afektif, kognitif, psikomotor, dan proaktif peserta dididk (siswa) dapat dikembangkan semaksimal mungkin sesuai dengan potensinya. Potensi kecerdasan, bakat dan minat. serta profil kepribadian peserta didik (siswa) yang beragam pada dasarnya merupakan modal dasar dari hakikat dan martabatnya sebagai pribadi. Berkenaan dengan pengenalan, pemahaman, pemeliharaan, dan pengembangan potensi peserta didik (siswa) tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab sekolah. Hal ini dimungkinkan karena pihak orang tua siswa pada umumnya masih merasa belum mampu untuk menyelenggarakan secara non-formal di rumah atau di lingkungannya sendiri, sehingga mereka mempercayakannya kepada pihak sekolah.

Salahsatu sasaran yang ingin dicapai melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam proses pendidikan adalah peserta didik (siswa) mampu mengambil keputusan-keputusan sendiri atas pilihan-pilihan hidup yang dihadapinya. Pilihan hidup peserta didik berkenaan dengan sikap dan perilaku dan kecenderungan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya yang didasari oleh pengetahuannya, pengalamannya, latar belakang sosial ekonomi keluarganya, dan keseluruihan aspek pribadinya. Untuk itu penyiapkan berbagai upaya agar keputusan dari pilihan hidup peserta didik (siswa) sesuai dengan tujuannya merupakan kewajiban dari pihak sekolah.

SMK Negeri 1 Garut merupakan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan proses pendidikan yang berorientasi kepada kecakapan hidup, maka dalam proses pembelajarannya sedikitnya memiliki 3 dimensi sasaran, yaitu :

1. Dimensi Kecakapan Proses

Proses pembelajaran diarahkan pada penguasaan dimensi kecakapan proses dan kepemilikan konsep dasar keilmuan secara simultan. Dalam proses ini siswa diberikan kesempatan yang seluas-luasnya agar menemukan konsep sehingga ia dapat menguasainya, melalui metodanya sendiri sehingga ia dapat menguasai kecakapan proses dan juga pemilikan konsep dasar keilmuan.

2. Dimensi Penguasaan Konsep-konsep Dasar Keilmuan

Penguasaan konsep-konsep dasar keilmuan akan dimiliki jika pada tahap kecakapan proses dapat dikuasai, dengan demikian diupayakan agar siswa mampu menemukan ssendiri prinsip-prinsip utama dari konsep yang telah dimilikinya.

3. Dimensi Aplikasi

Kecakapan proses dan penguasaan konsep akan dipandang berhasil apabila siswa mampu mengaplikasikannya dalam kehidupannya sehari-hari, terutama dalam memecahkan persoalan-persoalan yang ditemuinya dalam kehidupannya.

Ketiga dimensi di atas pada gilirannya akan berdampak pada kepuasan yang dapat meningkatkan motivasi, percaya diri dan pada gilirannya akan menjadikan siswa menjadi mandiri dan bertanggung jawab. Hal ini dapat mewujudkan apa yang disebut sebagai kecakapan personal. Dengan kata lain, siswa dapat disebut berhasil jika seluruh proses pembelajarannya melahirkan kecakapan hidup. Artinya ia bukan saja lulus menyelesaikan sekolahnya, tetapi ia siap bekerja demi masa depannya.

B. Konsep Bursa Kerja Khusus (BKK)

1. Bursa Kerja adalah lembaga yang menjalankan fungsi mempertemukan antara pencari kerja dan pengguna tenaga kerja untuk penempatan

2. Bursa Kerja Khusus adalah Bursa Kerja di Satuan Pendidikan Menengah, di Satuan Pendidikan Tinggi dan di Lembaga Pelatihan kerja yang melakukan kegiatan memberikan informasi pasar kerja, pendaftaran pencari kerja, memberikan penyuluhan dan bimbingan karir serta menyalurkan dan penempatan pencari kerja. (Depnaker RI, Petunjuk Teknis Bursa Kerja Khusus : 7).

C. Dasar Hukum

1. Perjanjian Kerjasama antara Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Departemen Tenaga Kerja Nomor : 076/U/1993 dan Kep-215/MEN/993 tentang Pembentukan Bursa kerja Khusus dan Pemanduan Penyelenggaraan Bursa Kerja di Satuan Pendidikan Menenngah dan Pendiidkan Tinggi.

2. Keputusan Bersama Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja No. 009/C/KEP/U/1994 dan No. Kep.02/BP/1994 tentang Pembentukan Bursa Kerja di Satuan Pendidikan Menengah dan Pemanduan Penyelenggara Bursa Kerja.

D. Ruang Lingkup Kegiatan BKK

Dalam melaksanakan kegiatan pelayanan Antar Kerja BKK mempunyai Tugas

1. Mendaftar dan mendata pencari kerja lulusan SMK Negeri 1 Garut

2. Mendaftar dan mendata lowongan kesempatan kerja yang diterima

3. Melakukan penyuluhan bimbingan jabatan kepada pencari kerja lulusannya untuk mengetahui bakat, minat dan kemampuannya sesuai kebutuhan pengguna tenaga kerja.

4. Mendata dan menghimpun pengguna tenaga kerja dan PJTKI (sebagai penyalur tenaga kerja) yang berada di wilayah kerja BKK masing-masing.

5. Melakukan penawaran mengenai persediaan tenaga kerja.

6. Melakukan pengiriman untuk memenuhi permintaan tenaga kerja

7. Melakukan penyaluran dan penempatan tenaga kerja di dalam negeri dan bekerjasama dengan PJTKI* untuk penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

8. Mengadakan verifikasi sebagai tindak lanjut dari pengiriman dan penempatan yang telah dilakukan.

9. Mencetak bentuk-bentuk formulir kartu Antar Kerja.

10. Menerima informasi kesempatan kerja dari Kantor Wilayah dan atau Kantor Departemen Tenaga Kerja.

11. Melakukan kerjasama dengan pengguna tenaga kerja/perusahaan yang berada di wilayah kerjanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja saat ini dan masa yang akan datang.

E. Struktur Organisasi BKK

Struktur Organisasi BKK di SMK Negeri 1 Garut

1. Penanggun Jawab : Drs. H. Dadang Johar Arifin, MM

2. Ketua : Drs. Suryaman

3. Sekretaris : Dra. Lilis Takarinawati

4. Bendahara : Dra. Mimin Mintarsih, M.Pd

5. Anggota : a. H. Mamat Sudrajat, S.Sos

b. Drs. Asep Ingawan M.

c. Yayan Sopian

d. Fatah Sumarna

F. Program Kerja BKK SMK Negeri 1 Garut

1. Pada tahun pelajaran 2009-2010 pengelola BKK SMK Negeri 1 Garut berupaya merencanakan program kerja dengan sasaran :

a. Memperoleh izin operasional dari Depnakertransos Kabupaten Garut dengan mengajukan proposal (dalam proses)

b. Membuat dan melakukan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industry maupun dengan instansi terkait untuk menyalurkan lulusan yang berkelayakan dan dapat digunakan oleh pihak dunia usaha dan dunia industry.

c. Melakukan penelusuran tamatan, dengan tujuan untuk memperoleh gambaran daya serap dunia usaha dan dunia industri terhadap lulusan SMK Negeri 1 Garut.

d. Menyebarkan data dan informasi tentang lowongan kerja yang ditawarkan oleh pihak dunia usaha dan dunia industry.

e. Melakukan mediasi antara pencaker (lulusan) dengan pihak pengguna tenaga kerja (lulusan)

f. Melaksanakan bimbingan karir dan orientasi dunia kerja terhadap pencaker (siswa kelas 3)

g. Menyebarkan angket data penelusuran terhadap siswa kelas 3, dengan harapan kelak dikemudian hari memperoleh informasi yang lengkap tentang keberadaan lulusan (tamatan)

2. Pada tahun Pelajaran 2010 -2011 diperoleh peta hasil penelusuran sebagai berikut :

DAYA SERAP DUNIA KERJA/INSTANSI TERHADAP LULUSAN

SMK NEGERI 1 GARUT

DARI TAHUN 2003 - 2009

Tahun

Jumlah

Bekerja

Wiraswasta

Melanjutkan

2003/2004

391

258

70 %

69

23 %

38

7 %

2004/2005

390

244

69 %

68

23 %

35

6 %

2005/2006

429

287

70 %

75

24 %

40

7 %

2006/2007

442

302

70 %

78

24 %

33

6 %

2007/2008

458

295

72 %

79

24 %

41

7 %

2008/2009

464

-

-

-

-

-

-

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 16 April 2010 08:30
Proposal Rehabilitasi Peningkatan Akses - 2007
BAB IPENDAHULUAN
A.Latar Belakang
1.Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan secara maksimal makadiperlukan proses pemelajaran yang kondusif dengan melibatkan semuakomponen pemelajaran secara optimal. Salah satu komponen pentingyang menjadikan proses pemelajaran menjadi lancar dan kondusif adalahruang kelas.2.Ruang kelas sebagai tempat rombongan belajar melakukan aktivitas pemelajaran memiliki peranan yang strategis dalam rangka menciptakansuasana dan rasa belajar bagi para siswa. Keberadaannya membawadampak yang lebih luas seperti, rasa aman, rasa memiliki, ketenangandan hal-hal positif lainnya.3.SMK Prajnaparamita Malang sebagai salah satu sekolah menengahkejuruan di kota Malang juga merasakan betapa pentingnya keberadaanruang kelas sebagai salah satu unsur penentu keberhasilan proses pemelajaran. Sekolah yang memiliki siswa 420 orang yang terbagidalam 12 kelas (rombongan belajar) ini saat ini memiliki 10 ruang kelas,sehingga idealnya masih membutuhkan 2 ruang kelas lagi dan 1 ruang praktik.4.Dari 10 ruang kelas yang ada 2 kelas dan 1 ruang praktik diantaranyatidak layak pakai karena kondisi bangunan yang rusak.5.Bertolak dari pemikiran di atas maka SMK Prajnaparamita Malangmenganggap bahwa pembangunan ruang kelas baru di SMK Prajnaparamita Malang adalah hal yang sangat penting dan mendesak untuk diwujudkan. Untuk itulah kami mengajukan
PROPOSALIMBAL SWADAYA REHABILITASI PENINGKATAN AKSES SMK PRAJNAPARAMITA MALANG
.
SMK Prajnaparamita Malang